DI Yogyakarta
7 TAHUN LAMANYA KANKER MENGGEROGOTI WAJAH BU SARBINA

Bu Sarbinah semasa hidupnya mengabdi untuk keluarganya merawat dan membesarkan anaknya. Sekarang, giliran anaknya berjuang menemaninya merawat dan melawan penyakit kanker wajah yang dideritanya...
Kurang lebih 15 tahun yang lalu, Bu Sabinah merasakan ada benjolan di bagian wajahnya. Namun, karena masalah ekonomi keluarga, benjolan itu tak ditangani dengan serius dan hanya diobati menggunakan daun serai.

Setelah bertahun-tahun benjolan tak kunjung hilang, Bu Sarbinah mengobatinya sendiri. Bukannya semakin membaik, akan tetapi semakin parah.
Karena merasakan sakit yang luar biasa, akhirnya diantar anaknya untuk berobat.
Setelah operasi yang saat itu dicover oleh BPJS, kankernya bukan semakin membaik, namun melebar ke bagian wajah lainnya.

Setelah semakin parah, beliau dirujuk ke rumah sakit lain. Namun, setelah dibawa kerumah sakit itu, beliau harus menjalankan terapi menggunakan sinar karena sakit yang beliau derita tak cukup hanya dengan melakukan kemoterapi.

Dengan biaya bulanan kurang lebih Rp2.000.000, dibantu oleh anaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan dengan gaji 2,6 juta per bulan. Sementara sang suami bekerja sebagai buruh tani yang kerjanya tak tentu.